JAWABAN BAGI MUSLIMAH YANG BERTANYA

Posted: June 24, 2009 in TAUSIYAH ONLINE
Tags: , ,

ANEKA PERMASALAHAN
KAUM HAWA

1) Masalah Kecantikan
Tanya :
Apakah diperbolehkan wanita merias rambut di salon kecantikan ?
Jawab :
Diperbolehkan ! Asalkan yang menangani itu sama-sama wanita, tetapi bila yang menangani itu seorang laki-laki adalah haram. Mengapa demikaian, karena dia membiarkan laki-laki memeganginya mengelus ngelus menata rambut dan lain-lain. Kemudian akibat dari pegang memegang itu bisa menimbulkan syahwat. Kalau si wanita tidak terpengaruh itu bukan mustahil si laki-laki akan timbul syahwatnya. Bila siwanita itu beralasan bahwa ia memegang teguh akhlakjk dan agama apakah akan dijamin yagn demikian itu dari ihak laki-laki ?
Mengenai masalah ini, ada ukama yang membolehkan, lalu bagaimana yang sebenarnya ? jawabannya adalah terserah kepada wanitanya. Adapun ulama yang membolehlkkan itu yang akan memikul beban dosanya kelak di hari kiamat.

2) Suara Wanita
Tanya :
Suara wanita itu apakah termasuk aurat ?
Jawab :
Apabila suara itu terdengar manja atau merayu mendesah desah dan sengaja di buat buat dan dengan sikap yagn seronok, memancing birahi atau nafsu syahwat laki-laki maka suara yang demikian itu yang dinamakan aurat. Sebagaimana dalam firman allah yang berbunyi:
” Karena itu janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalamhatinya, tetapi ucapkanlah perkataan yang baik. (QS Al-Ahzab: 32) .

Yang dimaksud dengan tunduk disini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkannkeberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka.
Yang dimaksud dengan dalam hati mereka ada panyakit adalah orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan wanita seperti melakukan zina.
Jadi ucapan yang baik dan sopan itu bukan aurat. Teta[i ucapan yang tidak sopan dan tidak baik termasuk aurat.
Kemudian dalam kitab ” Al Fiqih Alal Madzahibil Arba’ah menjelaslkan, bahwa suara wanita bukan aurat sebab istri-istri Rasulullah SAW. Berbicara dengan para sahabat yang bertanya soal;-soal hukum agama dan istri-istri beliau itu menjawabnya.
Jadi yang dilarang adalah apabila suara itu dikauatirkan dapat menimbulkan fitnah, meskipun ketika wanita itu membaca Al Quran.

3) Busana Muslim Dan Taat Ibu
Tanya :
Sebenarnya saya ingin menggunakn busana muslim jilbab tetapi ibu melarangku. Bagaimana caranya agar saya bisa memadukan antara dua ketaatan itu ?
Jawab:
Janganlah anda kembali kepada fitnah sesudah Allah menyelamatkan diri anda. Kemudian berusahalah menyadarkan dan meyakinkan ibu anda bahwa anda menjalankan perintah Allah sekaligus menjaga diri anda.
Selain itu tidak ada ketaatan kepada makhluk untuk kemaksiatan kepada Allah Ta’ala. Sedangkan berbusana muslim itu diwajibkan bagi seorang wanita muslim. Lalu wajib sesuai dengan syariat untuk memelihar diri dan merupakan kehormatan dengan menutup aurat itu.
Semoga dengan bertukar dan bermusyawarah secara tenanganda dapat memuaskan ibu serta mendapatkan ridho Allah Ta’ala. Tetapi bila ibu anda itu masih tetep pada pendiriannya dan tidak memperbolehkan anda memakai busana muslim, maka anda boleh berbuat dan tidak mentaati ibu anda.

4) Peringatan Hari Ibu
Tanya :
Mengapakah diadakan peringt an hari ibu ? bagaimana asal mula adanya ?
Jawab :
Adapun peringatan hari ibu itu bermula di daerah Eripa kemudian orang- orang Islam meniru tanpa tahu apa sebabnya peringatan hari ibu itu diadakan.
Mengapa orang-orang barat melakukan hal itu, karena orang tua di barat sadar kalau anak-anak mereka yang beranjak dewasa manjadi jauh, lupa pad ibunya dan malh ada yang mempermalukan ibunya tidak wajar.
Disana, banyak anak dewasa yang meninggalkan orang tuanya bahkan ada yang tidak tahu dimana tempat tinggal kedua orang tuanya itu. Selain itu ibu bapak yang telah tua dianggap mengganggu dirinya, maka oleh mereka dimasukkan kerumah panti ompo dan jarang dikunjungi. Lain kalau di Indonesia anak-anak setiap hari dididik untuk ingat dan taat serta berbakti kepada ibu bapak. Lalu keluar rumah pun diharuskan untuk salaman, mencium tangan ibu bapak dulu. Setelah itu minta didoakan. Apabila anak-anak mereka telah dewasa dan telah pisah dari runah ibu, mereka tetap berziarah dan begitu pula ibunya juga berziarah, bila demikian yang dilakukan, untuk apa lagi peringtan hari ibu diadakan.
Sebagaimana rasulullah SAW pernah ditanya oleh sahabatnya : ” Kepada siapakah kita harus berbakti ?” kemudian beliau menjawab : :kepada ibu !” dan pertanyaan itu diulang sampai tiga kali, maka rasulullah pun menjawab sebanyak tiga kali pula dengan jawaban yang sama yakni kepada ibu . kemudian baru keempat, belisu menjawab kepada bapak.
Selain itu juga ada sabdanya lagi yang berbunyi ” Surga itu terletak dibawah keridhaan ibu, ”
Dengan demikian, maka kita tidak boleh berani kepada orang tua khisusnya orag yang telah melahirkan kita, yakni ibu. Sebab Allah tidak senang kepada orang yang selalu menyia-nyiakan ibunya dan bahkan berduhaka kepadanya. Maka dari itu marilah kita berbakti kepada orang tua, selagi mereka masih hidup dan merawatnya serta memeliharanya dengan baik sehingga akhir hidupnya.

5) Wanita Dan Emansipasi
Tanya :
Bagaimanakah pandangan Islam mengenai tuntutan kaum wanita untuk emansipasi ( persamaan ) wanita ( dengan laki-laki ) ?
Jawab :
Orang yang menyerukan persamaan hakk wanita dan laki-laki mengapa tidak menuntut persamaan pria dengan wanita atau emansipasi laki-laki ? ’sebab, kalau ada emansipasi wanita juga harus ada emansipasi laki-laki. Bila mereka menuntut supaya wanita mengerjakan pekrjaan laki-laki sebaliknya laki-laki juga wajib melakukan pekerjaan wanita. Kalau demikian, berarti ada ketimbangan ketidak adilan dan bahkan kezoliman dari persamaan hak itu sendiri.
Apabila wanita dituntut untuk melakukan pekerjaan laki-laki, tetapi mereka juga tetap melakukan pekerjaan yang khusus bisa dikerjakan olek kaum wanita saja. Maka yang demikian itu berarti meletakkan benban baru diatas pundak kaum wanita.
Sedangkan yang seperti itu tidak bisa dikatakan sebagai persamaan hak, tetapi justru kezoliman terhadap kaum wanita. Para wanita harus menilai bahwa orang yang menyerukan persamaan hak tersebut hak tersebut sebagai musuh kita. Begitu pula orang yang menyerukan emansipasi wanita hendaknya menuntut kepada wanita supaya mengerjakan semua pekerjaan laki-laki, termasuk juga yang berat-berat. Tidak hanya memilih yang enak dan mudah saja.

6) Wanita Bersedekah
Tanya :
Apakah seorang wania siperbolehkan bersedekah dengan uangnya sendiri tanpa harus izin kekpada suaminya ?
Jawab :
Seorang wanita tidak diperbolehkan bersefekah dengan hartanya, kecuali mendapat izin dari suaminya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang ditujukan kepada istri Kaab bin Malik.
Pada suatu hari istri Ka’ab bin Malik menyerahkan perhiasannya kepada nabi SAW sebagai sedekah namun beliau tidak langsung menerimaya tetapi berkata : ” Tidak dibenarkan seorang wanita bersedekah dari hartanya kecuali dengan izin suaminya. ” Sekain itu nabi juga bertanya : ” apakah engaku sudah mendapat izin dari suamimu ? ” Istri Ka’lab bin malik menjawab : ” sudah !” meskipun istri Ka’ab bin Malik itu telah menjelaskan bbeliau belum puas dengan jawabannya kemudian beliau mengutus salah seorang sahabatnya untuk menemui Ka’ab bin Malik dan menanyakan : ”apakah engkau merestui sedekah istruimu itu ” ? Ka’ab menjawab : Ya , benar.” setelah itub sahabat nabi melaporkan bahwa istri Ka’ab telah direstui oleh ka’ab . kemudian beliau baru mau menerima sedakah itu.

7) Wanita Ziarah Kubur
Tanya
Apakah wanita diperbolehkan untuk berziarah kubur ?
Jawab
Sebagaimana dalam sabda Rasululullah SAW :” Dahulu aku melarang kalian ziarah kubur sekarang ziarahlah”
Jadi, hadits itu sifatnya umum, berlaku baik laki-laki ataupaun wanita. Apabila dalam berziarah dikhawatirkan wanita menjerit, menangis dan berteriak diluar batas atau tidak bisa menahan diri sehingga dapat pingsan, maka debaiknya seorang wanita itu dilarang.

8) Berduaan Dengan Dokter Laki-Laki
Tanya :
Saya seorang gadis yang mempunyai ibu sakit gangguan jiwa akibat dari perlakuan buruk almarhum ayah. Akibat dari penderitaan ibu, saya menderita pula sehingga harus berkonsultasi pada dokter ahli jiwa dan kebetualan dokternya itu seorang laki-laki apakah hukumnya membuka aib almarhum ayah dan berdua dalam ruangan dengan dokter laki-laki.?
Jawab:
Pengobatan adalah merupakan suatu upaya untuk mencari kesembuhan. Apabila seseorang akan mencabut sebuah paku yang menancap didinding maka dia harus menggerakkannya ke atas, kebawa, kesamping kiri dan kesamping kanan dengan berulang-ulang.
Begitu halnya dengan kemampuan seorang dokter, dia hanya mengobati dan tidak untuk menyembuhkan. Selain itu dia juga berusaha untuk mencari penyebab penyakit yang diderita pasiennya dan mencari obat yang cocok untuk pasien tersebut. Apabila dia gagal untuk menemukan penyakit, biasanya dia berkata bahwa penyebab ialah gangguan kejiwaan yang berarti dokter itu tidak mengetahui penyebab penyakitnya.
Namun, banyak pula penyakit jiwa yang disebabkan oleh terganggunya organ tubuh, contohnya adanya batu didalam empedu, terganggunya saluran empedu ke liver dan ain sebagainya.yang semuanya itu bisa bisa mengakibatkan kelemahan dan lesu semangat serta berkurangnya gairah atau lebih dikenal dengan nama adanya ”kelainan”
Di zaman dahulu ditemukan teori bahwa emosi yang meledak ledak itu bisa mempengaruhi organ tubuh. Begitu pula dengan stres yang dapat mengakibatkan organ tubuh tidak berfungsi lagi.
Apabila dokter berbisara bebas dengan pasiennya untuk mengungkapkan penyebab stres dengan menghilangkan prasangka dan gambaran yang berlebihan, maka diharapkan agar organ yang tidak brbunyi menjadi berfungsi normal lagi.
Tidak dilarang, bila mengungkapkan aib almarhum ayah kepada dokter karena bermaksud baik yakni untuk membantu menemukan sebab penyakit ibu anda. Sedangkan dilarang membuka aib almarhum ayah bila bermaksud ingin membalas dendam.
Sebagaimana Allah Ta’ala berwasiat kepada anak, agar ia berbakti kepada kedua orang tua, yang disebabkan karena dua hal yaitu :
Ibu bapak adalah merupakan penyebab hadirnya dia kedunia ini. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Ta’ala :
”Dan agar kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-biaknya.” ( QS Al Isra : 23 )
Ibu bapak merupakan orang yang memelihara atau sebagai pemelihara. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT :
” Wahai Rabku kasihilah keduanya sebagaimana kasihnya (mereka) msndidik (memelihara ) aku di waktu kecil”
Jadi, dari kedua hal itulah kita diwajibkan untuk memelihara kedua orang tua dan wajib menjaga serta merawatnya hingga akhir hayatnya. Selain itu kita juga diwajibkan untuk memelihara dan menjaga sipa saja yang telah memelihara kita, meskipun mereka itu bukan orang tua kandung sendiri.
Kemudian mengenai berkholwat dengan dokter laki-laki itu tidak dilarang, bila bertujuan hanya untuk mengobati dan selama dokter tersebut seorang muslim yang dapat dipercaya serta baik akhlaknya dan selaa itu meru[akan keharusan.

9) Memelihara Kuku
Tanya:
Apakah hukumnya seorang laki-laki dan wanita memelihara kuku sampai panjang ?
Jawab ;
Sebagaimana dijelaskan dalam sabda nabi SAW yang berbunti :
” lima sunnah fitrah yang harus dikerjakan yakni: khitan, mencukur rambut (bawah) menggunting (merapikan) kumis, memotong kuku dan mencabut rambut ketiak.” ( hadits riwayat Bukhori Muslim, Abu Daud dan Ahmad )
Selain itu pula ada riwayat Muslim, Abu Dawud, An Nasai dan Turmudzi yang berbunyi : waktu pelaksanaanya tidak lebih dari 40 hari dalam menggunting kumis, memotong kuku, mencabut rmbut ketiak dan mencukur rmbut bawah. ”
Memang kalau binatang buas membutuhkan kuku yang panjang sebab kuku yan gpanjang memudahkan binatang menerkam mangsa. Lain kalau manusia, ia diciptakan olah Allah Ta’ala sebagai mahluk yang mulia. Oleh sebab itu, baik laki-laki maupun wanita tidak boleh memenjangkan kukunya.

10) Mencukur Rambut Alis
Tanya :
Bagaimana hukumnya mencukur rambut alis itu ?
Jawab :
Mencukur rambut alis itu hukumnya haram. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda nabi SAW yang berbunyi : ” Allah melaknat.” Annamishoh dan Almutannamishoh ”, maksudnya ; ”Alllah melaknat wanita yang mencukur alisnya dan wanita yang minta untuk dicukur alisnya.”
Jadi, seorang wanita diharamkan mencukur alisnya atau minta untuk dicukur alisnya.

11) Wanita Memotong Rambut
Tanya:
Apakah diperbolehkan wanita memotong rambut ?
Jawab :
Tidak diperbolehkan kecuali jika dimaksudkan untuk mempercntik dirinya. Sedangkan haram hukumnya biala memotong rambutnya sampai pendek da meny erupai laki-laki.
Sebagaimana dijelaskan dalam sabda nabi SAW yang berbunyi :
” Allah melaknat leleki yang meniru (menyerupai) perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki.”
Jadi, hadist diatas mencakup dalam cara berpakaian, memotong rambut, sikap dan tingkah laku baik itu laki-laki ataupun wanita.

12) Pengaruh Kerudung
Tanya :
Apakah pengaruhnya memekai kerudung bagi seorang wanita ?
Jawab :
Sebagaimana Islam telah berlata kepad wanita ” syariatku akan mengamankan kehidupanmu”
Dimana seorang istri yang sudah mencapai umur lebih dari 40 tahun, yang pasti fisiknya sudah menjadi lemah, tidak segar lagi sebagaimana wktu ia masih berumur belasan tahun ataupun dua puluhan. Selain itu istri sudah menjadi lemah akibat kepayahan mengurusi keluarga, rumah tangga, pekerjaan ataupun mencari tambahan kebutuhan. Yang semua itu bisa mengurangi keindahan dan kecantiakn tubuhnya serta kelihatan keriput yang menaandakan semakin tua. Kemudian suami meliaht istri semakin sudah tidak cantik lagi, lalau menmbandingkan wanita diluar selalu kelihatan cantik, menarik dengan dandanan yang mencolok. Melihat tontonan yang seperti itu akan menggoyahkan rumah tangganya dan akhirnya rumah tangga menjadi berantakan.
Adapun wanita yang berpakaian mencolok, berwajah cantik dan berdandan genit itu telah lupa bahwa dirinya nanti juga akan berubah menjadi tua yang keriput, bungkuk, dan lain sebagainya. Kemudian datang pada giliran wanita muda generasai berikutnya akan menggoda suaminya. Begitu seterusnya seperti hukum karma. Sebagaimana Islam berkata kepada wanita semacam itu :” amankan hidupmu lima belas atau dua puluh tahun lagi ada wanita lain yang akan merusak suani atau anakmu.” karena rahmat –Nya maka Islam mengamankan kehidupannya dn melatrang menghancutkan ketenangan serta ketentraman kehidupan orng lain, sehingga dia tercegah dan terhindar dari perbuatan orang yang serupa.
Tidak ada larangan dalam Islam mengenai adanya daya tarik, tetapi hanya membatasi adanya daya tarik dari wanita kepada lelaki. Begitu juga dengan lelaki muslim tidak dilatran mempunyai hasrat ataupun keinginan. Tetapi ingin memiliki biasasnya tidak dapat dipisahkan dengan bertindak untuk memiliki.
Sebenarnya Islam itu berkeinginan untuk memuliakan kedudukan kaum wanita dan menempatkan kereka pada posisi yang sangat terhormat. Oleh karenaitu, jika ada seruan agar wanita menggunakan pakaian yang rapi dan sopan sert tidak menampakkan aurat dan memamerkan bagian-bagian kecantikannya kecuali untuk suaminya saja ialah justru dimaksudkan untuk menjadikan wanita sebagai istri-istri yang telasdan yang bisa menentramkan dan membahaigakan rumah tangganya serta menjadi seorang ibu yang mampu untuk untuk mengaduh mahluk Allah yang paling mulia, yakni manusia.
Namun, sekarang ini banyak yang sudah lupa ataupaun bahkan pura-pura tidak mengerti,, bahwa rumah tangganya yang rusak itu akibat dari tingkah lakunya sendiri. Selain itu mereka tidak mau menerinma kekurangan dan bahkan dia mencari obat bukan bukan untuk menyembuhkan.

13) Tobat Orang Berzina
Tanya:
Apabila orang berzina itu bertobat dan bahkan tekun beribadah serta mengerjakan amal shaleh, lalu apakah dosa-sdosanya dia iyu diampuni ?
Jawab:
Jika hal itu terjadi dalam negara dalam negara yang memperlakukan hukum Islam, untuk bisa diampuni dosa-dosanya, maka orang itu harus mengakui kesalahannya yang telah diperbuatnya dan diberi hukuman atas perbuatannya itu.
Lain lagi kalau terjadi dalam negara yang tidak memakai hukum Islam, maka orang itu harus merahasiakan apa yagn telah dia perbuatnya dan bertobat dengan sungguh-sunggnuh selalu beristigfar mohon ampunan kepada Allah Ta’ala dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi

14) Kelemahan Wanita
Tanya :
Apakah benar bahwa wanita itu lemah akal dan agamanya ?
Jawab :
Dimana akal itu berasal dari kata ” Iqaal” artinya ikatan, mengikat sesuatu hingga tidak bisa lagi bebas bergerak. Sedangkan fungsi akal itu sendiri adalah unutk memberikan pertimbangan pendapat ataupun memilih sesuatu.
Biasanya akal menjadi lemah dan kalah bila sudah menghadapi perasaan. Sedangkan wanita lebih kuat menggunakan perasaan dan emosi dibanding dengan laki-laki. Tetapi kalau laki-laki lebih banyak memakai akalnya daripada perasaannya. Maka dari itu wanita diberi tugas oleh Allah Ta’ala untuk mengandung, menyusui, memelihara anak dan tugas-tugas lain yan lebih banyak membutuhkan perasaan.
Adapun perasaan itu sendiri mempunyai nilai yang sangat penting dan tinggi, sangat mulia dan sangat diperlukan untuk mewujudkan kasih sayang. Sedangkan akal justru yang dapat mengalahkan perasaan dan kasih sayang. Contohnya ; ada seorang bapak yagn bersikap keras dlam mendidik anaknya. Lalu didoraong oleh perasaannya seorang ibu akan mencegah suaminya berbuat seperti itu. Dengan demikian, anak akan membutuuhkan kesempurnaan akal dari bapaknya dan akan memperoleh belas kasih dri ibunya.
Namun, kekurangan akal wanita dibandig laki-laki bukan berarti cala, tetapi justru kelebihannya itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri.
Adapun yang dimaksud dengan kurang akal lemah agama bagi kaum wanita adalah, karena Allah banyak memberikan kebebasan kepada wanita kewajiban-kewajibn melaksanakan tugas-tugas agama, contohnya : seorang wanita diberi kebebsan oleh Allah tidak shalat dalam satu bulan sekali (haid) nifas dan puasa. Selain itu wanita juga tidak tidak diwajibkan shalat jumat dan berjamaah dan tidak diwajibkan untuk ikut berperang.
Jadi, memang wanita lebih sedikit kewajibannya dibanding dengan laki-laki. Tetapi kekurangan-kekurangan itu bukan berarti membedakan pahala antara wanita dengan laki-laki. Sebab masing-masing orang akan mendapatkan pahala sesuai dengan tugas dan fungasinya. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah dalam Al Quran surat An Nisa ayat 32.

15) Wanita Berperang
Tanya:
Apakah diperbiolehkan seorang wanita ikut berperang dijalan Allah ?
Jawab :
Dalam peperangan pasti ada jatuh korban. Apakah itu gugur ataupaun luka-luka, maka dari itu sangat dibutuhkan untuk membantu, menolong dan mengobati serta merawat para korban. Pada keadaan kaki terputus, tangan terputus, dan darah mengalir maka tidak mungkin ada waktu untuk memikirkan seks.
Kemudian, setiap peperangan yang dilakukan oleh Nabi SAW yagn pasti beliau selalu mengikut sertakan wanita. Misalnya ketika terjadi perang Khaibar, beliau mengikutkan seorang wanita yagn bernama Sayyidah binti Qois bin Abissolt Algoffariyah dan pada saat itu dia dalam keadaan luka yang berat. Kemudian oleh nabi dia diberi kalung kepahlawanan. Sedangkan kalung tersebut terus dipakai seumur hidupnya dan ketika akan wafat dia berwasia agar kalungnya itu ikut dikbur bersama-sama dengannya.
Dimana ada dua tempat percampuran laki-laki dan wanita, yang pertama dalam melakukan ibadah haji, dimana manusia hanya engingat dosa-dosanya yang telah dilakukan. Saya kira dalam keadaan seperti itu tidak mungkin ada orang yang berfikir atau berniat untuk berbuat dosa lagi atau dosa yagn baru. Begitu pula pada saat pertempuran dimedan perang, lingkungan yang selalu diliputi oleh luka, tubuh terpiotong, darah dan tulang serta mayat, hati yang selalu berdebar dan cemas. Apakah dalam keadaan seperti itu, masih ada yang berfikir soal-soal seks.

16) Wanita Bekerja Diluar Rumah
Tanya:
Wanita bekerja diluar rumah, apakah diperbolehkan dalam Islam,?
Jawab :
Untuk menjawab pertanyaan seperti itu, wanita bekerja diluar rumah dibagi menjadi dua golongan. Yang pertama bekerja diluar rumah dalam lingkungan keluarganya sendiri, misalnya membantu pekerjaan suami, berkebun milik suaminya, mengurus kepantingan keluarga, mengurus anak dan lain-lainnya. Sedangkan pekerjaan itu juga pernah dilakukan oleh Asma binti Abu Bakar Assiddiq ra. Dia berkata :
” Aku membawa makanan untuk suamiku dalam jarak beberapakilometer, memberi monum kuda memberinya makanan dan mengisi tempat air. ”
Wanita bekerja diluar rumah yang kedua, karena terpaksa dan dalam keadaan darurat. Maka dalam keadaan seperti itu wanita baru diperbolehkan untk bekerja diluar rumah dan buka \n dalam usaha keluarga. Teta[i dalam ia bekerja harus memenihi tiga kriteria yaitu:
a) Tidak diperbolehkan menggunakan pakaian yang menampakkan aurat, sehingga bisa menimbulkan syahwat lawan jenis.
b) Tidak diperbolehkan berdandan yagn berlebih-lebihan dan menggunakan wangi-wangian
c) Tidak berdesak-desakan dengan kaum laki-laki.
Tetapi, alangkah baiknya bila seorang wanita itu bekerja didalam rumah, mengurus rumah tangga, mendidik anak-anak dan membesarkannya agar tidak perlu mendatangkan seorang guru untuk memberi kursus jahit, bordil dan lain-lain. Ibunya yang mengajarkan semua itu dan tentu bia mendatangkan hasil untuk meringankan beban keluaraga. Mungkin pekerjaan yagn seperti itu yagn lebih menguntungkan dibanding gsji besar yang diteriama, teta[i jarang ketemu dengan keluarga karena berangkat pagi dan pulang sore, bahkan harus berdesak-desakan di kendaraan umum agar cepat sampai di rumah. Selain itu belum juga gangguan-gangguan lain dijalan ataupun di tempat kerja.

17) Wanita Sekretris
Tanya :
Saya bekerja sebgai sekretaris direktur pada sebuah parusahaan. Sedangkan saya sudah berkeluarga dan tekun melakuakan ibadah. Dalam menjalankan tugas=tugas tersebut saya seringkali bersama-sama dengannya dan hanya berdua dalam ruangan tertutup. Lalu, bagaimana hukumnya ?
Jawab :
Dimana Al Quran menetapkan dibolehkannya seorang wanita bekerja diluar rumah kalau dalam keadaan terpaksa. Apabila hilang daruratnya, hilang pula ” pembolehannya” itu. Sedangkan Islam juga mengingatkan umatnya untuk bahaya berduaan dengan orang yang bukan mahromnya dalan suatu ruangan tetutup dan taanpa ada orang lain.
Apabila laki-laki dan wanita berduaan, maka yang pasti ada yang ketiga, yakni syetan sedangkan laki-laki dan wanita berduaan dalam sebuah ruangan tertutup itu adalah hukumnya haram. Baik itu dalam keadaan bekerja ataupuna tidak bekerja.
Alangkah baiknya apabila anda itu pindfah kerja ataupun memilih tugas dibanding yang lain yang lebih cocok dan bermanfaat bagi masyarakat serta tidak bercamputr baur dangan kaum laki-laki. Tetapi bila anda terpaksa bkerja untuk biaya hidup anda dan keluarga yagn menjadi tanggungan anda, maka hendaklah anda menggunakan pakaian yang sopan, menutup aurat dan jagnan membiarkan pintu kamar kerja anda tertutup, apalagi terkunci. Selain itu bial anda harus menghadap kepada aasan dan menyodorkan surat-suratnya harus ditemani ditemanioleh seorang wanita ata seoarang laki-laki lain.

18) Muslimah Yang Terbuka Aurat
Tanya :
Apakah hukumnya bila seorang wanita muslimah yang berangga[pan bahwa jilbab ataupun pakaian yang menutup aurat itu mengekang kebebasannya dalam berdandan dan dalam pergaulannya. Sedangkan adanya batasan dalam soal pakaian bagi kaum wanita itu hanya bertujuan untuk melindungi dan n\memelihara diri mereka pada saat tuanya, yagn ditandai dengan berhentinya haid atau lebih dikenal dengan sebutan Manupause. Ketika itu kecantikan dan kemolekannya sudah mulai pudar tubuh tidak lagi padat berisi dan bahkan kulit mulai berangsur-angsur keriput.sedangkan dimasa itulah dia akan banyak merenung dan merasa putus asa karena dirinya sudah tidak lagi mampu melakukan hubungan seksual secara optimal untuk memuaskan kebutuhan suaminya. Dia membutuhkan kesetiaan, kasih sayang dan kejujuran serta penertian dari suaminya. Kemudian Islam yang dengan ajarannya yang sempurna melindungi dirinya dan memelihara ketuaanya yang tidak lagi cantik, molek dan menarik. Tetapi dapat menciptakan kebahagiaan, kemuliaan dan ketentraman bagi rumah tangganya.
Maka dari itu seorang gadis harus menyadari bahwa dia tidak akan dapat mempertahankan kecantikan, kemolekan dan daya tarik lainnya. Dan apabila kelak suaminya keluar rumah dan melihat banyak wanita muda yang cantik tubuh penuh berisi dan dandanan yang menarik. Kemudian wanita itu juga memamerkan betis yang indah, rambut, lengan, dan yang lainnya. Maka yamg pasti dia akan mudah tergoda dan aka nenbandingkan dengan istrinya yang sudah tua dan tidak menarik lagi yang ada di rumah.
Setiap hari suami selalu melihat seperti itu dan setiap kali pula dia akan membandingkan istrinya di rumah. Apabila hal itu terjadi maka akan membuat cintanya kepada si istri akan berkurang, karena watak kelakiannya akan selalu ternggoda nafsu seksnya. Inilah yang menyebabkan keharmonisan dan ketentraman keluarganya semakin berkurang dan cinta kasih akan buyar.
Oleh sebab itulah, islam melarang kaum wanita terutama yang masih muda untuk tidak mengumbar tubuhnya, kecantikannya dan kemolekannya, agar kelak ia dilindungi dari perbuatan wanita muda lain yang akan menggangu rumah tangganya. Sebab wanita yang cantik dan menarik yang selalu mengganggu laki-laki dan bahkan bamyak diskai oleh lelaki. Tetapi begitu sebaliknya, kelak tiba pada gilirannya bamyak lelaki yang membencinya karena sudah tidak cantik dam menarik lagi. Selain itu juga laki-laki tidak sudi lagi memandangnya dan bahkan mereka akan menjauhinya mencomooh dan menggunjingnya ataupun meludahinya dengan penuh kebencian.

19) Wanita Dan Hijab
Tanya :
Apakah hukumnya wajib menggunakan kerudung itu?
Jawab :
Salah satu masalah zaman sekarang ini soal pakaian wanita karena sekarang ini banya kita lihat wanita yang berpakaian dengan menampakan auratnya bahkan setengah telanjang. Kalau sudah seperti itu, akibatnya tentu saja buruk. Terhadap wanita-wanita yang seperti itu harus hati-hati menasehatinya dan dengan cara yang bijaksana dan halus serta menyenangkan. Sedangkan yang penting lagi adalah dengan menyelamatkan dulu batin, jiwa dan nafsunya serta ditanamkan rasa iman kedaam jiwanya. Bila imannya sudah kuat maka dengan sendirinya dia akan mencari perlindungan dari godaan syetan.
Jadi, alangkah yang paling baik adalah dengan diciptakan dulu ketenangan dalam hatinya dan setelah itu akan lahir iman dari dalam jiwanya dalam wujud penampilan lahiriyah. Maka dari itu keimanan batin harus lebih dahulu diprioritaskan dari keimanan lahiriah. Karena dari itu akan tampak segala baik berupa akhlak, budi pekerti dan tingkah lakunya.
Adapun tuntutan syariat agama bagi kaum wanita akan lebih memelihara ketentraman rumah tangga dan akan menjaga ketenangan serta keselamatan masyarakat. Sebab laki-laki maupun wanita itu sama-sama mempunyai daya tarik dan nafsu. Makanya dengan berbusana sebagaimana ketentuan seorang muslimah akan mencegah timbulnya rangsangan pandangan bebas da daya tarik laki-laki.
Hasrat dan keinginan wanita untuk memiliki laki-laki tidak bisa dielakan lagi. Apabila melihat laki-laki yang gagah , tampan, tubuhnya indah dan tutur katanya yang menyenangkan maka hormon wanotanya akan tergugah dan timbul hasrat dan syahwatnya. Tetapi karena mempunyai pendidikan dan agama yang kuat, maka akan memaksa dan menahan nafsunya sehingga menekan dan menahan daya tarik tersebut. Seandainya tidak mempunyai penahan itu yang pasti hasrat dan daya tarik laki-laki bergabung menjadi satu dengan wanita, kemudian timbul hubungan bebas.
Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan kepada kaum laki-laki dan wanita untuk menahan pandangannya agar terhindar dari godaan, rayuan dandaya tarik. Sebab bila dibiarkan akan meningkat menjadi hasrat dan keinginan, yang pada akhirnya akan menghindarkan dari bahaya untuk memilki sesuatu yang dilarang.
Apabila mampu untuk menuruti perintah tersebut dan mempunyai iman yang kuat maka cintanya kepada Allah Ta’ala maka akan sampai pada tingkat yang paling tinggi. Lalu jasad tubuhnya akan menjadi suci serupa suci malaikat yang tidak pernah ternoda oleh kotoran maksiat. Sedangkan nilai fisik jasmani tidak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan kesucian rohani. Kemudian waktu dan umurlah yang akan merubah bentuk jasmani dan keterampilannya, tetapi jiwa dan rohani yang suci dan bersih akan tetap segar serta sehat.

20) Mode Wanita Muslim
Tanya :
Bagaimanakah hukumnya jika seorang wanita memakai pakaian yang mini. Sedangkan sering kita lihat banyak diantara guru-guru wanita memakai pakaian wanita yag mini. Apakah hal itu halal atau haramdan mohon dijelaskan menurut syari’at islam?
Jawab :
Sangat disayangkan bila anda menanyakan masalah tersebut apalagi ditengah-tengah masyarakat islam. Sebab hukumnya sudah jelas dan gamplang. Seharusnya yang ditanyakan menyangkut masalah-masalah yang masih meragukan dan belum jelas. Apalagi pada abad modern ini, sayang, persoalan-persoalan yang sudah jelas malah menjadi kabur. Termasuk masalah yang jelas, seperti menggunaka pakaian minim, apakah itu halal atau haram? Padahal hukumnya sudah jelas dan gamplang.
Kita tidak boleh meragukan keharaman pakaian minim, apalagi bila wanita itu harus mondar mandir kesana kesini didepan khalayak yang tidak menjadi muhrimnya. Jika para wanita melakukan hal seperti itu, maka perilakunya itu sudah tidak mendasar, meskipun mereka itu seorang guru, sebagaimana yang anda tanyakan. Terkecuali jika didalam kelas itu hanya wanita-wanita saja dan tidak ada seorang pun laki-laki. Maka wa nita oleh menggunakan pakaian yang bermode ataupun pakaian yang memperlihatkan sebagian keindahan tubuhnya, sebab hanya dilihat oleh sesamanya, tetapi jika ditampakan ditengah keramaian yang dilihat oleh kaum wanita dan laki-laki itu sangat tidak boleh.
Sedangkan kewajiban bagi seorang wanita sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT.dalam Al-Qur’an yang berbunyi:
”Katakanlah bagi wanita-wanita yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali pada suami mreka atau ayah mereka.”(Q.S. An-Nuur:31).
Oleh karena itu wanita santa diharamkan menampakan keindahan tubuhnya kecuali yang biasa tampak, yaitu wajah dan telapak tangannya, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Ibnu Abbas. Sedangkan pandangan itu merupakan pandangan yang lebih jelas dan lebih mudah dan layak dengan masa dewasa ini
.
21) Hukum Memoles Kuku
Tanya:
Sebagaimana kita lihat sekarang ini banyak wanita yang terbiasa dan bahkan sudah umum bagi kalangan elite untuk memberi warna kukunya dengan warna-warni cat. Apakah hal tersebut halal atau haram?
Jawab:
Apabila seorang wanita itu seorang muslim tentu tidak akan menggunakan ataupun memoles kukunya dengan cat kuku, sebab dalam sehari ia harus melakukan shalat sebanyak lima waktu dan berwudhu. Apakah dia sudah tidak peduli lagi terhadap shalatnya yang merupaka sendi utama agama dan yang membedakan orang muslim dengan orang kafir? Maka dari itu tidak diperbolehkan mempoles kukunya dengan cat kuku. Selain itu seorang wanita juga tidak akan diperbolehkan mengihias kukunya dengan hal-hal yang tidak diperbolehkan.

22) Mengunakan Wig Dan Wanita Yang Pergi Ke Salon.
Tanya:
Sekarang ini banyak wanita yang kurang puas berhias dirumahnya sendiri. Lalu mereka pergi ke salon untuk merubah tatanan keindahan yang sesuai dengan adab sekarang ini. Selain itu mereka juga ada yang menggunakan rambut palsu untuk menambah keindahan dan keanggunan serta sebagai penutup rambut aslinya. Apakah hal tersebut diperbolehkan dan hukumnya apa?
Jawab:
Seorang wanita yang pergi ke salon-salon kecantikan yang penata riasnya seorang laki-laki yang tidak diperbolehkan dan haram hukumnya. Sebab penata riasnya bukan muhrimnya dan yang diperbolehkan menyentuh fisiknya itu hanya suami dan muhrimnya saja. Selain itu tidak boleh dan haram hukumnya.
Apabila ingin pergi ke salon haruslah pergi ke salon yang penata riasnya adalah wanita. Karena sama-sama sekaum dan diperbolehkan. Tetapi alangkah baiknya jika seorang wanita itu cukup berhias di rumah saja dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Selain itu motivasi berhias pun mestinya hanya bertujuan untuk menyenangkan dan membahagiakan suami dan tidak bertujuan untuk yang lainnya.
Adapun mengenai rambut palsu dan wig. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah Saw. Yang berbunyi:
”Allah melaknat orang yang mentato diri dan tukang tato, orang yang memangkur dan tukang pangkur, orang yang mencukur alis dan pencukurnya, pencukurnya orang yang memangkur gigi dan tukang pangkurnya serta yang menyambung rambut dan penyambung rambutnya.”
Jadi, dari sabda Rasul itu sudah jelas, bahwa menggunakan rambut palsu atau wig itu diharamkan dan dilaknat oleh Allah Ta’ala. Meskipun menggunakannya itu bertujuan untuk menutupi rambut ataupun hanya didalam dumah Allah tetap melaknatnya. Apalagi keluar rumah dengan tidak menggunakan tutup kepala, lebih diharamkan lagi oleh Allah. Sebab tindakan tersebut sangat menyimpang dari firman Allah Ta’ala.
Dengan dasar itu pula kita dapat mengetahui hukumnya menggunaka rambut palsu atau wig. Sedangkan mengatasnamakan wig untuk menutup rambut adalah merupakan suatu bentuk kebohongan dan kepalsuan yang mengingkari kenyataan. Sedangka arti tutup kepala itu sudah jelas da gamplang. Dan tidak seorangpun menamakan wig itu sebagai kerudung.
Kemudian Sya’id bin Musayyab menandaskan bahwa Muawiyah datang ke Madinah dan giliran kedatangannya yang terakhir. Lalu ia menceritakan kepada kami mengenai masalah rambut, ”saya tidak pernah seorangpun seperti itu selain orang Yahudi.” kemudian Rasulullah Saw. Menamakan Az-Zuur, yang namanya rambut sambungan kata Muawiyah.
Jadi, menggunakan wig atau rambut palsu dan pergi ke salon yang periasnya seorang laki-laki itu tidak diperbolehkan dan hukumnya haram, bahkan Allah sangat melaknatnya. Tetapi pergi ke salon yang penata riasnya wanita maka diperbolehkan, karena sama-sama wanita dan muhrimnya.

23) Mendengar Nyanyian
Tanya:
Mendengarkan nyanyian yang suaranya oleh seorang biduan atau biduanita itu apa hukumnya?
Jawab:
Bukankah hal itu dapat melalaikan anda akan ketaatan kepada Allah Ta’ala dan juga bisa merusak keseimbangan kehormatan anda. Selain itu anda juga mengetahui bahwa satu kebijakan didalam satu kebaikan yang setelahnya adalah neraka. Dan tidak ada kejahatan didalam kuburan yang etelahnya adalah surga. Maksudnya adalah sesuatu yang di anggap baik tetapi setelahnya akan menyeret kita kedala neraka. Sedangkan itu bukan suatu kebaikan tetapi mencelakakan. Begitu sebaliknya tidak ada keburukan dan kebaikan yang bisa membawa seorang masuk ke surga.
Jadi, harus ada pertimbangan dan pengkajian antara perbuatan dan akibatnya. Sebabsuatu perbuatan akan mendatangkan akibat dan alangkah baiknya bila melakukan perbuatan itu yang mendatangkan kebaikan, yakni berupa surga, bukan malah menjerumuskan kita kedalam neraka.

24. Khitan
Tanya:
Bagaimana hukum islam mengenai khitan bagi anak perempuan?
Jawab:
Memang, masalah ini menjadi polemik bagi para ulama dan dokter sendiri. Karena pada tahun lalu di Mesir sempat terjadi perdebatan. Kemudian dari kalanan dokter ada yang mendukung dan tidak mendukung. Sedangkan dari kalangan ulama juga sam ada yang mendukung dan tidak mendukung.
Lalu, untuk memecahkan masalah itu dengan cara mengambil jalan tengahnya yang mendekati benar sekaligus moderat, srta lebih adil yakni dengan sedikit khitan. Sedang, hal itu juga di dukung dengan beberapa hadits, meskipun tidak sampai pada derajat shahih. Kemudian Rasulullah Saw juga bersabda kepada seorang wanita yang menginginkan khitan:”tipis saja jangan dihabisi”, kata beliau. ”sebab sedikit khitan akan mencerahkan wajah dan lebih menyenangkan pada suami.”
Tetapi ada beberapa negara islam yang berbeda persepsi mengenai masalah khitan bagi seorang perempuan. Ada sebagian perempuan yang di khitan dan ada juga yang tidak. Dalam segala kondisi, bagi yang melihat , bahwa khitan trhadap anak perempuannya dianggap baik. Maka hal itu boleh dilakukan. Namun bila tidak layak dilakukan ya tidak apa-apa sebab tidak berdosa. Selain khitan bagi perempuan juga tidak tergolong bagian dari kehormatan perempuan, sebagaimana alasan ulama dan ungkapan Rasulullah Saw.
Pendapat banyak ahli fiqih yang berbunyi : ”bagi laki-laki sunah dan bagi wanita dibolehkan apabila ada kelebihan yang menonjol (clitoris). Apabila tidak ada kelebihan itu, tidak usah dikurangi.”

25. Hukuman Bagi Pelacur
Tanya:
Apakah hukuman di dunia bagi seorang pelacur?
Jawab:
Seorang pelacur itu pekerjaannya menggoda dan mencari mangsa laki-laki. Apabila laki-laki itu sudah kena jeratnya, maka, akan jatuh dalam pelukannya dan akan menyayangi dan akan mengaguminya. Tetapi pada suatu ketika, si laki-laki itu akan benci, bosan, mencela dan bahkan menjauhinya. Pada suatu saat si pelacur juga akan menarik bagi laki-laki dan bahkan dibutuhkannya. Karena ia sangat cantik seksi terampil dan menarik, tetap pada saat lain ia akan dicemooh, dibenci dan bahkan dicela.
Pada saat bersamaan pula orang-orang senang dan mengaguminya, menyentuh tubuhnya pasti akan terbalik. Mereka akan mencemooh, mencela, menghina, dan membencinya bahkan meludahinya.
Sudah bukan rahasia lagi, para pelacur sangat rentan terhadap virus HIV. Karena sering bergonta ganti pasangan. Virus ini menjadi penyakit aids yang sangat berbahaya dan belum ada obatnya. Orang yang sudah terkena aids biasanya tinggal menghitung hari, kekebalan tubuhnya hilang dan ia akan segera menemui ajalnya. Kalau bukan terkena aids banyak lagi penyakit kotor seperti sipilis gonorhoa dan lai-lain.
Kalau sudah demikian baru merasa dan menyesali apa yang pernah ia kerjakan. Sedangkan itu semua merupakan hukuman dari Allah Ta’ala atas segala yang telah diperbuat.

26. Penghuni Neraka Terbanyak Kaum Wanita
Tanya:
Ada sebuah hadits yang mengatakan, bahwa penghuni neraka terbanyak adalah kaum wanita, mengapa?
Jawab:
Sebagaimana Nabi Saw bersabda yang berbunyi:
” Sebab mereka (kaum wanita) mengkufuri suami. Apabila berbuat baik terus menerus, kemudian sekali ia berbuat buruk, kemudian ia berkata: ”engkaubelum pernah erbuat baik kepadaku.”
apabila seorang wanita tidak ingin menjadi seorang penghuni neraka, maka bila suaminya berbuat sesuatu yang tidak baik terhadapnya hendaknyalah segera diingatkan dengan kata-kata yang baik-baik dan sopan santun agar suaminya itu tidak tersinggung ataupun sakit hati. Selain itu ia juga ridha aka kesalahannya dan tetap bahagiakan serta tidak mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya.
Jika seorang wanita bisa berbuat seperti itu, maka patut ia menjadi penghuni surga. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:
”Siapapun dari kaum wanitayang wafat dan suaminya ridha kepadanya, maka ia akan dapat surga.”
jadi wanita yang bisa menjaga dan ridha akan kesalahan suaminya serta tidak mengkufuri akan kebaikan-kebaikannya. Maka wanita yang demikian itu akan menjadi penghuni surga.

27. Bersetubuh Dari Arah Belakang
Tanya:
Ada seorang perempuan Anshor datang pada Rasulullah Saw. dan bertanya mengenai kaum ”Tajbiyah”, yakni menyetubuhi istrinya dari dengan cara dari belakang.
Jawab:
Dari pertanyaan itu lalu Rasulullah Saw. membaca ayat Al-Qur’an yang berbunyi:
”Istri-istrimu (seperti) tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah ladangmuitu sebagaimana kamu menghendaki.”(Q.S. Al-Baqarah :223)
kemudian sayyidina umar ra.juga berkata kepada Rasulullah Saw.: ”ya nabi aku binasa.” mendengar perkataan umar, beliau bertanya ”apakah yang mengakibatkan engkau binasa?” lalu umar berkata ”semalam aku telah mengubah haluan, kemudian apakah aku boleh berbua seprti itu?”
Mendengar perkataan Umar Rasulullah tidak menjawab. Setelah turun ayat diatas, maka beliau menyampaikannya kepada Umar: ”Boleh dari depan boleh dari belakang tetapi hindarilah yang haid dan pada duburnya.”
Namun, sabda beliau dalam kesempatan yang lain, ”Dilaknat Allah SWT. Barang siapa yang menyetubuhi istrinya pada duburnya.”(Musnad Imam Ahmad).

28. Berjabat Tangan Antara Laki-Laki Dan Wanita
Tanya:
Apakah boleh wanita berjabat tangan dengan seorang laki-laki yang bukan muhrimnya?
Jawab:
Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.yang berbunyi:
”Tidaklah pernah menyentuh lengan Rasulullah Saw.terhadap lengan perempuan perempuan kecuali perempuan yang telah beliau miliki (dinikahi).” (HR. Bukhori dan Aisyah).
Jadi dari sabda rasulullah itu jelas bahwa berjabat tangan wanita dengan laki-laki iotu tidak diperbolehkan. Apalagi mereka itu bukan muhrimnya yang pasti sangatlah tidak diperbolehkan.

29. Hijab Menurut Syari’at Islam
Tanya:
Apakah syarat-syarat hijab menurut syari’at islam?
Jawab:
Syarat-syarat islam yang harus dipenuhi dalam melaksanaka hijab syar’i adalah:
a. Hijab haruslah menutupi seluruh tubuh.
b. Harus terbuat dari bahan yang tebal dan tidak boleh tipis.
c. Hijab itu bukan pakaian yang dibubuhi minyak yang dapat membangkitkan gairah nafsu laki-laki.
d. Hijab tidak boleh berupa perhiasan yang berwarna-warni dan menarik pandangan.
e. Haruslah yang longgar dan tidak berupa pakaian yang ketat atau sempit. Sebab kalau ketat dan sempit bisa memperlihatkan bentuk tubuh. Sedang hal itu sangat tidak boleh.
f. Hijab tidak boleh berupa pakaian yang menyerupai pakaian laki-laki.
Jadi itulah syarat-syarat hijab yang sesuai dengan syariat islam. Sedangkan hijab itu sendiri merupakan kewajiban yang harus digunakan oleh semua wanita muslim. Sebab dengan menggunakan hijab bisa menangkal fitnah yang terjadi antara dia dan laki-laki lain.

30. Attabaruj
Tanya:
Apakah pengertian dari attabaruj dan apakah hukumnya bagi seorang wanita yang melakukan attabaruj itu sendiri?
Jawab:
Attabaruj adalah tindakan wanita untuk memperlihatkan atau mempertontonkan kepada laki-laki lain yang bukan muhrimnya terhadap anggota badan yang syara’ atau sebagai aksi buka-bukaan guna memperlihatkan kecantikannya dan anggota badan yang bisa menimbulkan fitnah kepada laki-laki lain yang bukan muhrimnya.
Sebab seluruh tubuh wanita itu merupakan aurat maka dari itu tidak dibenarkan bagi seorang laki-laki yang bukan muhrimnya melihat wnita baik itu berupa rambut, tubuh dan hiasan ataupun pakaian yang ada bibagian dalam.
Sedangkan tindakan yang sedang umum dilakukan oleh para wanita masa kini untuk memperlihatkan hiasan dan emasnya adalah merupakan kedurhakaan yang terang-terangan. Dan itu adalah suatu tindakan yang keliru gaya wanita-wanita kafir serta bisa menimbulkan dan penyebaran fitnah yang besar-besaran.
Jadi wanita yang melakukan attabaruj itu dilarang dan bahka hukumnya adalah haram. Selain itu juga mendatangka ancaman dengan siksa yang sangat pedih. Sebab tindakan attabaruj itu bisa menimbulkan kerusakan yang amat besar. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi Muhammad Saw.bersabda :
”Ada dua golongan penghni neraka yang belum pernah aku melihatnya (dimasa hidupku), yaitu: kaum yang membaw beberapa cemeti seperti seekor lembu yang mereka pukulkan kepada orang lain, dan wanita yang berpakaian laksana telanjang, yang condong dan menarik nafsu, kepada mereka laksan punuk unta yang condong. Mereka taka masuk surga dan takan mendapatkan baunya. Dan sesungguhnya bau surga itu sudah dapat ditemukan dari jarak perjalanan sekian dan sekian.”(HR. Muslim).

31. Berduaan Dengan Wanita Lain
Tanya:
Bagaimanakah hukumnya jika seorang wanita berduaan dengan wanita lain yang bukan muhrimnya?
Jawab:
Dimana Rasulullah Saw.melarang keras berduaan dengan wanita lain yang bukan muhrimnya. Sebab syetan sangat senang melihat orang yang sedang berduaan, lalu dia menggodanya dan merayunya hingga nafsu mereka berdua yang pada akhirnya menyeret mereka pada tindakan yang kej serta kejahatan.
Sebagaiman dijelaskan oleh Imam Syaukni dalam kitabnya ”Nail Al-Authar”, mengatakan:’berduaan dengan wanita lain yang bukan muhrim itu haram hukumnya, berdasarkan ijma’ kaum muslimin.” demikianlah yang dikatakan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam kitabnya ”Fathu Al Barr”.
Selain itu dari Jabir ra.juga menjelaskan ”Sesengguhnya Rasulullah Saw.bersabda:”Siapa saja yang beriman kepada Allah da hari kiamat, maka janganlah ia berduaan dengan seorang wanita yang tidak ditemani oleh muhrimnya, karena yang ketiga diantara mereka adalah syetan”(HR. Ahmad).

32. Bepergian

Tanya:
Bagaimanakah jika seorang wanita yang pergi sendiri tanpa ada yang menemaninya?
Jawab:
Demi untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan keluagaserta menjaga kehormatan wanita dari lecehan. Maka seorang wanita dilarang bepergian tanpa disertai oleh muhrimnya. Selain itu juga islam mengharamkan wanita yang bepergian tanpa ditemani oleh seorang muhrim.
Rasulullah Saw.juga memberi peringatan cukup keras kepada kaum wanita agar tidak bepergian sndiri ataupun dengan ditemani oleh laki-laki yang bukan muhrimnya. Karena wanita yang bepergian dengan laki-laki yang bukan muhrimnya itu diharamkan dalam ajaran islam.
Dari Ibnu Umar ra., ia berkata ; bahwa nabi Saw.bersabda: ”janganlah seorang wanita bepergian selama tiga hari, kecuali ditemani oleh seorang muhrimnya.”(HR. Bukhari Muslim).

33. Menggunakan Harum-Haruman

Tanya:
Bagaimanakah jika seorang wanita menggunakan harum-haruman diluar rumah?
Jawab:
Diantara perhiasan yang dilarang oleh islam wanita menggunakannya adalah harum-haruman. Islam melarang wanita emakai harum-haruman keluar rumah, karena takut walau baunya tercium oleh laki-lakiyang jelas-jelas bukan muhrimnya.
Wanita-wanita mutlak dilarang menggunakan harum-haruman meskipun untuk datang ke masjid, sebab harum-haruman bisa membangkitkan nafsu syahwat. Sebagaimana Ibnu Daqiqil ’Aid mngatakan yang dinukil oleh Ima Nawawi dalam Faidhul Qadir, ”Wanita yang hendak pergi ke masjid diharamkan memakai haum-haruman, karena harum-haruman dapa membuat nafsu syahwat.”
Sedangkan larangan menggunakan harum-haruman bagi wanita bila keluar rumah, pergi ke masjid dan tempat-tempat lainnya itu tidak bisa diragukan lagi. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Nasa’i Abu Daud, Tirmidzi, Al-Hakim, Ahnad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban yang bersumber dari Abu Musa Al-Asy’ari yang berbunyi:
”Siapa saja wanita yang memakai harum-haruman, kemudian dia lewat didepan orang-orang supaya tercium bau harumnya, maka wanita itu (sama dengan) bezina.” ( kata Tirmidzi Hadits Shahih).

34. Tato
Tanya:
Bagaimanakah hukumnya wanita yang mentato bahunya dan orang yang menato? Apakah didalam islam diperbolehkan?
Jawab:
Yang bersumber dari Abdullah bin Umar ra. Katanya:
”Sesungguhnya Rasulullah Saw. mengutuk wanita yang memakaikan dan dipakaikan rambut palsu dan wanita yang mentato dan ditato.”(HR. Bukhori dan Muslim).
Jadi dari hadits diatas jelas, bahwa bertato dan orang yang menato sangat dibenci dan bahkan dilaknat oleh Rasulullah Saw. selain itu hukumnya juga haram dan islampun sangat melarangnya.

35. Mengikir Dan Menjarangkan Gigi

Tanya:
Sekarang ini banyak kita jumpai tentang wanita-wanita yang mengikir dan bahkan enjarangkan giginya agar kelihatan lebih can tik dan menarik. Apakah melakukan hal seprti itu diperbolehkan dalam islam?
Jawab:
Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.yang berbunyi:
”Dilaknat perempuan yang menjarangkan gigina supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah.”(HR. Bukhari dan Muslim).
Dari hadits diatas jelas, bahwa menjarangkan gigi dan mengikirnya itu dilarang dala islam serta haram hukumnya.
Dalam hadits yang lain Rasulullah Saw.bersabda:
“Rasulullah Saw.melaknat perempuan-perempuan yang mentatodan minta ditato, dan yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya.”(HR. Tabrani).

36. Mencabut Bulu Ketiak
Tanya:
Apakah seorang wanita biwajibkan mencabut bulu ketiak? Jelaskan!
Jawab:
Para ulama fiqih sepakat, bahwa mencabut bulun ketiak itu hukumnya sunat, baik itu laki-laki ataupun perempuan. Sedngkan sunah tersebut merupakan sunah fitrah yang muslimah dan wanita yang non muslimah.
Maka dari itu bagi wanita remaja atau dewasa telah menikah ataupun belum menikah hendaknya menjaga sunah fitrah tersebut, yakni dengan mencabut bulu ketiak apabila sudah mulai panjang. Dan janganlah membiarkannya sampai lebih dari empat puluh hari. Meskipun hukumnya adalah sunnah maka alangkah baiknya bila hal itu dilaksanakan.
Bersumber dari Yunus bin Abdul A’la katanya: ”wsaya datang kerumah Syafi’i, saya dapati disampingnya seorang tukang rias sedang mencabut bulu ketiaknya. Maka bekata Syafi’I, “Saya tahu mencabut bulu ketiak hukumnya sunnah. Tetapi saya tidak kuat karena sakit.”
Ada baiknya jika mencabut bulu ketiak itu didahulukan atau dimulai dari sebelah kanan, karena ada haditsNabi Saw.yang menyatakan, bahwa beliau memulai sesuatu dengan yang serba kanan. Memakai baju, terompah, bersuci dan berjalan serta segala seluk beluknya, semuanya dimulai dengan yang kanan.(HR. Muslim dari Aisyah ra.).

37. Al Istihdaad

Tanya:
Apakah mencabuti bulu ari-ari itu dianjurkan bagi seorang wanita?
Jawab:
Al ‘annah adalah rambut yang tumbuh disebelah atas zakar laki-laki dan yang tumbuhdisekitar faraj wanita. Sedangkan istihdaad itu sendiri adalah membersihkan tempat-tempat tersebut dari rambut-rambut yang tumbuh padanya, lebih utamanya dengan caa mencukurnya, namun boleh juga dengan cara mengguntig ataupun memotong habis atau mencabutnya atau melumuri obat perontok.
Sumber dari Syaikh Ibnu Daqiqil ‘Aid mengatakan:”Bahwa sebagian mereka ada yang cenderung menguatkan wanita mencukur, karen dengan cara mencabut bisa merusak kulit dan sakit rasanya.” Hal itu juga dikuatkan oleh Imam Nawawi dan lain-lain yang katanya:”Menurut sunnah mencukur bulu ari-ari dengan menggunakan pisau cukur itulah yang lebih baik bagi laki-laki dan perempuan.”
Adapun sumber yang lain dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh Jabir, larangan mendatangi itri tengah malam sebelum bersisir terlebih dahulu dan menculur bulu ari-ari bagi yang baru datang dari perjalanan jauh.
Sumber dari Annas bin Malik ra.dia berkata :”Nabi Saw. menjadwalkan bagi kami paling lama empat puluh hari, supaya kami tidak lupa menggunting kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu ari-ari.”(HR. Muslim, Ibnu Majah, Ahmad, Tirmidzi, Nasa’I serta Abu Daud).
Jadi dari beberapa hadits diatas jelas, bahwa mencukur bulu ari-ari dan membersihkannya termasuk perbuatan yang disunatkan, dan untuk mencegah bau yang tidak sedap dan mencegah kutu. Meskipun mencukur bulu ari-ari itu hukumnya sunnah, alangkah baiknya bila bulu ari-ari itu sudah panjang cepat-cepat dicukur dan maksimal empat puluh hari. Baik laki-lki maupun perempuan hukumnya sama. Tetapi perlu diingat, mencukur bulu ari-ari itu haram hukumnya jika mencukur dihadapan orang lain, apalagi menyuruh orang lain yang mencukurnya seperti kebiasaan-kebiasaan perempuan-perempuan jahiliyah. Sedangkan yang diperbolehkan haya didepan suaminya atau istrinya.

38. Operasi Kecantikan

Tanya:
Apakah didalam islam operasi kecantikan itu diperbolehkan, mengingat banyaknya wanita yang melakukan hal itu untuk merubah yang asli dan menginginkan yang baru. Misalnya, hidung pesek diubah menjadi mancung dan lain-lain.
Jawab:
Adakalanya operasai kecantikan dilakukan untuk mengembalikan ciptaan kepada kondisi alami seperti pada manusia secara umunnya. Tetapi ada juga yang dilakukan untuk merubah keadaan lyang sudah wajar kepada bentuk yang diinginkan. Yang demikian inilah yang dilaang oleh Allah Ta’ala dan bahkan haram hukumnya. Sebab merubah ciptan Allah Ta’ala.
Sebagaimana firman Allah yang bebunyi :
”Dan syetan itu mengatakan : saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bagian bagian yang sudah ditentukan (untuk saya) dan saya benar-benar akan menyesatkan mereka dan akan membangkitkan angan-angan kosong kepada mereka (memotong telinga-telinga binatang te rnak) lalu mereka baenar-benar merubahnya.” Siapa saja yang menjadikan syetan sebagai pelindung selain Allah maka sesungguhnya ia menderita yang nyata.” ( An Nisa : 118-119 )
Jadi dari ayat diatas jelas, bahwa operasi kecantikan yang dilal\kukan wanita yang sudah normal ciptaan Nya, lalu mengikuti kehendah nafsunya ia merubah yang aslinya (ciptaan Allah) menjadi yang diinginkan nya. Maka sifat yagn dern\mikaian itu dilarang dalam agama dan haram hukuymnya. Contohnya : meninggikan hidung biar kelihatan mancung, merubah wajah, dagu dan lain sebagainya. Lain lagi kalau ada anak wanita yang dilahirkan dalam keadaan cacat misalnya, ada daging yang tumbuh diwajah, dihidung, ditelinga atau tempat-tempat lainnya. Apabila dibiarkan akan menggangu dan diobati tidak bisa, maka satu-satunya hanya dengan cara operasi. Nah kalau seperti itu bolejh dilakukan dan tidak haram, sebab bila dibiarkan akan menimbulkan perasaan kurang pede atau perasaan minder terhadap teman-temannya.

39. Mengganti Nama
Tanya :
Saya seorang gadis yang bau menginjak dewasa dan mempuntai banyak teman. Yang membuatku heran, mereka asering mencemooh kepadaku, bahwa nama yang diberikan orang tuaku itu katanya jelek. Apakah aku diperbolehkan mengganti sendiri namaku dan menghapus nama pemberian oang tuaku ?
Jawab :
Dimana Rasulullah SAW, pearnah bersabda yang berbunyi :
” Perindahlah nama-namamu, karenakamu akan dipanggil pada hari kiamat dengan namamu.”
Pada suatu hari, beliau sedang berjalan-jalan dengan para sahabat dilembah antara dua bukit. Lalu Rasulullah bertanya kepada salah satu sahabatnya mengenai kedua bukit tersebut. Kemudian sahabat menjawab, bahwa kwdua bukit itu bernama “bukit kecewa dan bukit aib”. Mendengar penjelasan sahabatnya mengenai kedua bukit tersebut, belia kurang senang.
Kemudian pada kesempatan yagn lain, Rasulullah SAW kedatangan seorang sahabat dan kedatangannya itu disuruh beliau memeras susu, tetapi sebelum melakukan pekerjaan itu Rasulullah bertanya kepadanya mengenai namanya. Lalu sahabat itu menjawab : nama saya adalah “Pahit” mendengar jawaban ahabatnya itu beliau langsung menyuruhnya duduk. Datanglah sahabat yang lainnya dan langsung ditanya oleh belia. Siapakah namamu ? kemudian sahabat itu menjawab, namaku “ Perang “ yang kedua kalinya Rasulullah menyuRuh duduk. Datang sahabat lagi dan Beliau juga menanyakan namanya. Lalu sahabatnya itu menjawab : Nama saya adalah “ Hidup “
Mendengar jawaba sahabat itu beliau meras senang dan ia disuruh memeas susu.
Jadi, dari kejadian itu jelas, bahwa orang tua harus memilih nama-nama yang baik dan bagus untuk anak-anaknya. Kemudian Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk merubah nama-nama yang mempunyai arti kurang bagus dan baik. Menjadi nama-nama yang mempunyai arti yang bagus dan baik. Maka dari itu anda bisa merubah nama anda menjadi nama yang baik dan bagus.

40. Alkohol
Tanya :
Saya seorang gadis yagn hoby membeli farfum dan yang menjadi ganjalan hatiku, apakah memakai farfum yang mengandug alkohol itu hukumnya haram. ?
Jawab :
Memakai farfum yang mengandung alkohol itu hukummya dipebolehkan dan halal hukumnya. Tetapi yang tidak diperbolehkan dan haram hukumnya bila alkohol itu digunakan untuk mabuk-mabukan.
Sedangkan wanita boleh menggunakan farfum bila ada didalam rumah, tetapi bila keluar rumah dilarang untuk menggumakan farfum. Sebab dapat mengandung perhatian laki-laki ataupun wanita. Tetapi bagi wanita ada batasannya. Yakni hanya bisa digunakan didalam rumah saja dan diluar rumah tidak diperbolehkan. Karena bisa menimbulkan perhatian dan rangsangan bagi laki-laki.

41. Minyak Wangi Bagi Wanita
Tanya :
Bagaimana ciri-ciri minyak wangi bagi wanita ?
Jawab :
Memekai harum-haruman bagi wanita diperkenankan asalkan berada didalam rumahnya, tetapi bila berada diluar rumah tidak diperkenankan. Sebab bila didalam rumah bertujuan untuk memuaskan hati suaminya yang senantiasa hadir disisinya. Sedangkan diluar rumah biasanya bisa merangsang dan menimbulkan perhatian bagi laki-laki lain serta bisa menimbulkan fitnah.
Adapun ciri-ciri minyak wangi bagi wanita sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya :
”wewangian laki-laki yang harum baunya dan tersembunyi warnanya. Sedangkan wewangian wanita adalah cemerlang warnanya dan tersembunyi baunya “ ( Hadist yang serupa jaga dikeluarkan oleh Tirmidzi, dakam bab “Adab” Hadist :2788)
Jadi, dari sabda Rasulullah SAW diatas jelas bahwa minyak wangi bagi wanita dan laki-laki itu berbeda, kalau wanita baunya tersembunyi dan warnanya cemerlang, tetapi kalau laki-laki harum baunya dan warnanya tidak kelihatan.

Comments
  1. gretsi says:

    akhnendi,, lengkp bgt isinya…

    tpi,, msih ada pertnyaan nih..
    gmna hkum nya bgi wanita yang sring mmbyangkn menikah..???

    • Nendi says:

      klo dy mang sdah siap dan dah ada calon’a langsung ja nikah dari pada trjdi fitnah, n shaumlah solusi utama bagi seorang aygn blum sanggup biaya dan lainya

  2. fik20 says:

    masalah wanita dlm hal emansipasi skrang ni

    memang sdh diluar bts dri ketentuan islam….
    sehrsnya wnita lbh mmhami bwa antara laki2 dan wnta pnya tnggng jwb yg brbeda….

  3. uggik says:

    aduk akhnendi lengkap isinya boleh deh namu situ

  4. adzillah says:

    wah-wah-wah….
    lengkap bener isinya????

Leave a Reply to gretsi Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s